8 langkah cerdas menjadi guru sadar yang berpengaruh


8 langkah cerdas menjadi guru sadar yang berpengaruh.

Tangkap basah kebaikan anak didik anda. Tempa besi selagi panas. Berdasarkan pengamatan, hari ini lebih banyak guru yang lebih suka menangkap basah kekurangan dan kelemahan anak, sehingga anak menjadi semain jauh, kurang nyaman dan akhirnya merasa tidak dihargai. Tangkap basah kebaikan sebenarnya mudah, katakana saja hal baik yang dia lakukan, ungkapkan rasa senang anda dan tutuplah dengan ucapan terimakasih.
Mulai dengan kata positip, sikap positip dan berita bahagia menyenangkan.
Hapuskan kata mengeluh, menunda, malas, menyalahkan dan banyak alasan dalam diri anda baik dihadapan anak didik maupun ketika sendirian.
Hindari perbandingan yang tidak adil.
Dengarkan ceritanya, pahami maksudnya, berikan kesan anak didik anda adalah orang yang penting.
Buktikan apa yang telah anda katakan adalah bagian dari apa yang anda lakukan. Minimal sedang dalam proses.
Kalaupun anda harus marah, maka marahlah yang membangun dan berdampak positif.
Hargai hasil karyanya, akui dan rayakanlah.
Hal di atas adalah dasar bagaimana kita mampu mempengaruhi diri kita dan mampu mempengaruhi orang lain, khususnya anak didik kita.

Ada 3 pilihan dasar dalam mempengaruhi hidup.

1. Sebagai Pemain.
2. Sebagai Penonton.
3. Tidak Main dan Tidak Menonton.

Anda berhak memilihnya, dan sejarah hanya dimiliki oleh pemain.

Setiap anda adalah guru sukses. Anda suskes mencapai keberhasilan atau sukses mencapai kegagalan, itu yang membedakannya. Sukses dan gagal terkadang hanya dibedakan oleh sebuah garis tipis. Sejarah menunjukkan bahwa para bintang selalu menghadapi tantangan yang sangat keras sebelum akhirnya mereka berhasil keluar sebagai pemenang. Mereka menang karena menolak menyerah oleh kekalahan yang pernah mereka alami.

Setiap pecundang pasti memiliki alasan untuk berhenti berjuang dengan rumus 4MB (Mengeluh, Menunda, Malas, Menyalahkan dan Banyak Alasan) setiap kali mendapat ujian. Sebaliknya para bintang memiliki alasan kuat mengapa mereka harus tetap tegar ketika menghadapi tantangan. Rahasia sang juara adalah kemampuan mereka menolak menyerah pada kekalahan yang mengancam mereka. Mereka selalu bangkit setiap kali jatuh dan mencoba kembali dengan cara yang berbeda. Sang pemenang selalu tahu bahwa bintang hanya muncul di tengah gelap malam, layang-layang akan terbang ketika menghadap angin, pohon besar karena pupuk yang bau, dan kemenangan hanya ada ketika kesabaran dan keteguhan lebih besar dibandingkan ujian dan masalah yang dihadapi. Semakin gelap sang malam semakin terang cahaya bintang begitupun semakin keras ujian yang dihadapi semakin besar tingkat kelas yang akan dinaiki. Selamat datang ujian dan semakin dekat kemenangan.

Guru sukses senantiasa berusaha menjadi bukti,sedangkan guru gagal senantiasa menunggu bukti.
Guru sukses senantiasa optimis dengan melihat peluang dalam masalah, sedangkan guru gagal senantiasa melihat masalah dalam setiap peluang.
Guru sukses senantiasa berkata sulit tapi bias, sedangkan guru gagal senantiasa berkata bias tapi sulit.
Guru sukses berkeyakinan lebih baik mencoba lalu gagal dari pada tidak pernah gagal karena tidak pernah mencoba.
Guru sukses tahu apa yang dia tahu dan tahu apa yang tidak tahu sehingga dapat belajar untuk menjadi tahu. Sedangkan guru gagal tidak tahu apa yang dia tahu sehingga selalu lupa bahwa dia sebenarnya pernah tahu dan tidak tahu apa yang dia tidak ketahui, sehingga tidak mampu memperbaiki diri karena merasa tahu apa yang sebenarnya dia tidak ketahui.
Guru sukses senantiasa bangun kembali ketika gagal dan mencoba kembali dengan cara yang lebih cerdas, sedangkan guru gagal senantiasa menyerah setiap kali jatuh dan mencari pihak lain sebagai kambing hitam kegagalannya tanpa melakukan evaluasi diri.
Karakter pemenang dan pecundang ternyata dibentuk oleh pola pikir (Mindset), semua diawali dari bagaimana anda berpikir yang kemudian bagaimana anda berkata lalu bagaimana anda berprilaku.

=============================================================
Tulisan ini adalah oleh-oleh dari Bapak Syahrul Komara, Direktur ABCO (Attitude Behaviour and Competence) Training Center Sumut pada Seminar Nasional dengan tema “Guru Jitu Selalu Dirindu; Perpaduan Otak Kiri dan Otak Kanan” di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut tanggal 11 Juli 2010 yang lalu. Makalah ini terdiri dari 11 halaman, supaya tidak ribet bacanya, saya penggal lagi sampai disini. Masih ada bagian ketiganya ya…! Semoga bermanfaat…!

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s